Ceritanya dulu waktu SMA Saya mengambil jurusan IPA, lalu masuk kuliah mengambil jurusan pendidikan akuntansi, dan sekarang setelah lulus kuliah malah berkesempatan mengajar bahasa Jepang. Kalau dipikir-pikir nggak nyambung ya? iya betul kalau dipikir-pikir pasti bingung dan gak nyambung. Tapi inget hidup itu dijalanin, bukan dipikirin. :D
Yap. Lantas sekarang bagaimana, haruskah kita menyesali pilihan-pilihan yang kita ambil pada waktu dulu? Jangan berpikiran kalau ilmu/pelajaran yang kita dapat di sekolah atau perguruan tinggi sia-sia karena beranggapan "tidak terpakai". Karena boleh jadi ilmu-ilmu yang kita dapat di sekolah/kampus/ dimanapun itu yang mungkin merasa belum "terpakai" di masa kini, tapi akan amat sangat terpakai di masa yang akan datang. InshaAllah.
*nasihat untuk diri Sendiri. :)
Senin, 24 Agustus 2015
Sabtu, 11 Juli 2015
Skenario-Nya
Dunia tak selebar daun kelor? Ya memang benar peribahasa demikian, dunia ini memang terasa sempit. Bertemu dengan orang-orang
yang ternyata teman dari sahabat kita sendiri. Kalian pernah
mengalaminya? aku sering. Bertemu dengan si Fulan yang ternyata teman, saudaranya atau sahabatnya si Fulan hingga akhirnya saling berkaitan. yang awalnya tidak saling mengenal sampai akhirnya mengenal bahkan akhirnya menjadi sahabat seperjuangan.
Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Waktu, tempat, kita bertemu dengan siapa, dll. Semua telah diatur dengan rapi. Adalah skenario Allah Azza Wa jalla, pemilik rencana paling sempurna, yang tidak ada keliru ketiknya, typo, inkonsistensi, apalagi tidak masuk akal. Semua adalah skenario terbaik. Maka, dengan meyakini semua adalah skenario dari-Nya, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi.
Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Waktu, tempat, kita bertemu dengan siapa, dll. Semua telah diatur dengan rapi. Adalah skenario Allah Azza Wa jalla, pemilik rencana paling sempurna, yang tidak ada keliru ketiknya, typo, inkonsistensi, apalagi tidak masuk akal. Semua adalah skenario terbaik. Maka, dengan meyakini semua adalah skenario dari-Nya, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi.
Sabtu, 04 Juli 2015
:)
Mengajari anak membaca memang penting
Tetapi lebih penting lagi mendidik mereka mencintai membaca
Agar besok lusa tumbuh, mereka suka membaca
Mengajari anak makan sendiri memang penting
Tetapi lebih penting lagi mendidik mereka menghargai makanan
Agar besok lusa tumbuh, mereka senantiasa pandai bersyukur
Ada banyak sekali hal-hal yang penting
Tapi diatasnya masih ada yang lebih penting
Memperoleh nilai bagus dan ijasah itu penting
Tetapi lebih penting lagi mendapatkan ilmu pengetahuan
Kita bisa mencurangi nilai, pun membeli ijasah
Tetapi kita tidak bisa menipu ilmu pengetahuan
Memperoleh pekerjaan itu penting
Tetapi lebih penting lagi bahagia dalam pekerjaan
Harta benda bisa dikumpulkan, bertumpuk tinggi
Tetapi kebahagiaan hati tak bisa dibeli
Semoga kita selalu fokus pada hal yang lebih pentingnya..
* dikutip dari Sajak Tere Liye
Tetapi lebih penting lagi mendidik mereka mencintai membaca
Agar besok lusa tumbuh, mereka suka membaca
Mengajari anak makan sendiri memang penting
Tetapi lebih penting lagi mendidik mereka menghargai makanan
Agar besok lusa tumbuh, mereka senantiasa pandai bersyukur
Ada banyak sekali hal-hal yang penting
Tapi diatasnya masih ada yang lebih penting
Memperoleh nilai bagus dan ijasah itu penting
Tetapi lebih penting lagi mendapatkan ilmu pengetahuan
Kita bisa mencurangi nilai, pun membeli ijasah
Tetapi kita tidak bisa menipu ilmu pengetahuan
Memperoleh pekerjaan itu penting
Tetapi lebih penting lagi bahagia dalam pekerjaan
Harta benda bisa dikumpulkan, bertumpuk tinggi
Tetapi kebahagiaan hati tak bisa dibeli
Semoga kita selalu fokus pada hal yang lebih pentingnya..
* dikutip dari Sajak Tere Liye
Sabtu, 13 Juni 2015
Hai masa lalu
Hai masa lalu.
Tidak, aku hanya ingin menyapa. Berdebukah kau? Maaf aku semakin jarang mengunjungimu. Aku disibukkan dengan masa kini dan impian masa depan. Tenang saja, aku takkan melupakanmu. Aku hanya mungkin akan jarang menengokmu.
Hai masa lalu.
Aku hanya ingin menyapa. Terimakasih pernah ada. Terimakasih pernah menjadi bagian perjalananku. Sedih pun bahagia kisahmu menjadi penguat langkahku di masa kini. Bukankah masa kini adalah hasil rentetan perjalanan masa lalu? Maka itu aku berterima kasih.
Hai masa lalu.
Aku pernah jatuh, aku pernah sakit hati. Tapi sudah kusimpan semua cerita dalam sebuah kotak kenangan, yang kunamakan masa lalu. Ya kamu. Ruangmu mungkin kini gelap, aku pasti akan sering kembali melihat ruangmu, namun hanya sebentar. Aku takkan lama-lama, sekadar melihat lagi seperti apa jalan yang kulalui dulu agar aku bisa belajar lagi jika saja masa kiniku aku lupa atau mungkin lalai menjaga langkah.
Hai masa lalu.
Lihatkah kau bagaimana aku di masa kiniku? Bagaimana menurutmu? Semoga kau bangga. Sebab apapun yang kucapai, adalah karena semua pelajaran di masa lalu begitu membekas dan mampu membentukku.
Hai masa lalu.
Mari berdamai. Aku akan belajar mendewasa. Menjadi lebih tangguh di masa kini sebagai penguat langkahku dan pemantap kisahku di masa depan.
Semoga. #duniajilbab
Jumat, 29 Mei 2015
Sajak Itu - Tere Liye
Kami mungkin tidak setaat itu
Tapi bukan berarti kami tidak pantas untuk belajar
Kalau lambat dan bodoh menurut itu, maafkanlah
Kami mungkin tidak sealim itu
Tapi bukan berarti kami harus dilabeli sesat
Kalau kami memang telat mikir menurut itu, maafkanlah
Kami mungkin tidak dekat dengan Tuhan seperti itu
Tapi bukan berarti kami tidak berhak ikut dekat
Kalau kami memang kotor menurut itu, maafkanlah
Kami mungkin tidak pantas sederajat dengan itu
Tapi bukan berarti kami nista atau najis
Kalau memang kami pantas dibuang, maafkanlah
Kami mungkin tidak layak masuk surga seperti itu
Tapi bukan berarti kami tidak boleh berharap
Kalau kami memang pantas masuk neraka, maafkanlah
Berhentilah menilai kami
Bukan karena kami malu atau marah
Bukan karena kami sakit hati atau benci
Karena ya Rabbi,
Kami justeru menyayangi para itu
Menganggap mereka adalah orang2 terpelajar
Kami justeru mencintai itu
Sesama saudara muslim.
Berhentilah. Please.
**mari berhenti melabeli saudara sendiri;
Tapi bukan berarti kami tidak pantas untuk belajar
Kalau lambat dan bodoh menurut itu, maafkanlah
Kami mungkin tidak sealim itu
Tapi bukan berarti kami harus dilabeli sesat
Kalau kami memang telat mikir menurut itu, maafkanlah
Kami mungkin tidak dekat dengan Tuhan seperti itu
Tapi bukan berarti kami tidak berhak ikut dekat
Kalau kami memang kotor menurut itu, maafkanlah
Kami mungkin tidak pantas sederajat dengan itu
Tapi bukan berarti kami nista atau najis
Kalau memang kami pantas dibuang, maafkanlah
Kami mungkin tidak layak masuk surga seperti itu
Tapi bukan berarti kami tidak boleh berharap
Kalau kami memang pantas masuk neraka, maafkanlah
Berhentilah menilai kami
Bukan karena kami malu atau marah
Bukan karena kami sakit hati atau benci
Karena ya Rabbi,
Kami justeru menyayangi para itu
Menganggap mereka adalah orang2 terpelajar
Kami justeru mencintai itu
Sesama saudara muslim.
Berhentilah. Please.
**mari berhenti melabeli saudara sendiri;
Kamis, 28 Mei 2015
Ujian Nasional
UN kerap kali
menghantui benak para peserta didik mengingat tingginya standar kelulusan
yang harus dicapai tidaklah sesuai dengan kualitas pendidikan yang diberikan
sehingga tercetaklah peserta didik yang tidak memenuhi standar kompetensi. Hal
ini menjadikan peserta didik menghalalkan berbagai cara untuk mencapai
kelulusan, mulai dari menyontek sampai membeli kunci jawaban.
Itulah salah satu bukti begitu berpengaruhnya aturan yang ditetapkan pemerintah dengan perilaku atau budaya yang timbul pada masyarakat.Tidak berbeda dengan perilaku individualis yang terdapat pada sebagian besar masyarakat Indonesia yang juga merupakan hasil dari aturan yang ditetapkan pemerintah.
Perilaku tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjunjung tinggi kebebasan sehingga menjadikan individu merasa bebas untuk bertindak tanpa memikirkan kenyamanan individu lainnya.
Begitu pun dengan individu yang menyaksikan kebebasan individu yang lain, ia merasa tidak berhak membatasi kebebasan siapa pun karena hal itu merupakan hak setiap individu. Tidak lain dan tidak bukan, sistem tersebut adalah sistem pemerintahan yang berlandaskan Islam sehingga menjadikan seluruh aspek kehidupan menjadi berlandaskan Islam pula.
Itulah masa Daulah Islam dibawah pimpinan Rasulullah SAW yang kemudian dilanjutkan dengan masa Khilafah Islamiyah. Tidak ada budaya mencontek pada masyarakatnya, karena kurikulum pendidikan yang tidak terlalu padat namun berkualitas dan mampu mengoptimalkan potensi yang tedapat dalam masing-masing individu peserta didik.
Kurikulum dibangun berdasarkan aqidah Islam sehingga menjadikan peserta didik sebagai individu ideal yang bertakwa, berkepribadian Islam, berpengatahuan Islam yang dalam, serta menguasai ilmu pengetahuan umum secara luas dan beraneka yang kemudian digunakannya untuk kemaslahatan masyarakat dan bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata seperti yang terjadi pada saat ini.
Individu pada saat itu juga telah memposisikan belajar sebagai bagian dari bentuk pengahambaannya kepada Dzat Yang Maha Esa sehingga tidak ada lagi pikiran untuk mencontek. Selain karena mereka memang mampu tanpa mencontek, tapi mereka juga meyakini dan telah terbenakkan bahwa mencontek adalah perkara yang tidak halal dan dibenci oleh Allah SWT.
Perilaku individualis pun terjauhkan dari kehidupan pada masa itu. Setiap individu akan bertindak dengan memikirkan kenyamanan orang lain, budaya saling menghormati dan menghargai antar individu sangatlah nyata.
Itulah salah satu bukti begitu berpengaruhnya aturan yang ditetapkan pemerintah dengan perilaku atau budaya yang timbul pada masyarakat.Tidak berbeda dengan perilaku individualis yang terdapat pada sebagian besar masyarakat Indonesia yang juga merupakan hasil dari aturan yang ditetapkan pemerintah.
Perilaku tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjunjung tinggi kebebasan sehingga menjadikan individu merasa bebas untuk bertindak tanpa memikirkan kenyamanan individu lainnya.
Begitu pun dengan individu yang menyaksikan kebebasan individu yang lain, ia merasa tidak berhak membatasi kebebasan siapa pun karena hal itu merupakan hak setiap individu. Tidak lain dan tidak bukan, sistem tersebut adalah sistem pemerintahan yang berlandaskan Islam sehingga menjadikan seluruh aspek kehidupan menjadi berlandaskan Islam pula.
Itulah masa Daulah Islam dibawah pimpinan Rasulullah SAW yang kemudian dilanjutkan dengan masa Khilafah Islamiyah. Tidak ada budaya mencontek pada masyarakatnya, karena kurikulum pendidikan yang tidak terlalu padat namun berkualitas dan mampu mengoptimalkan potensi yang tedapat dalam masing-masing individu peserta didik.
Kurikulum dibangun berdasarkan aqidah Islam sehingga menjadikan peserta didik sebagai individu ideal yang bertakwa, berkepribadian Islam, berpengatahuan Islam yang dalam, serta menguasai ilmu pengetahuan umum secara luas dan beraneka yang kemudian digunakannya untuk kemaslahatan masyarakat dan bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata seperti yang terjadi pada saat ini.
Individu pada saat itu juga telah memposisikan belajar sebagai bagian dari bentuk pengahambaannya kepada Dzat Yang Maha Esa sehingga tidak ada lagi pikiran untuk mencontek. Selain karena mereka memang mampu tanpa mencontek, tapi mereka juga meyakini dan telah terbenakkan bahwa mencontek adalah perkara yang tidak halal dan dibenci oleh Allah SWT.
Perilaku individualis pun terjauhkan dari kehidupan pada masa itu. Setiap individu akan bertindak dengan memikirkan kenyamanan orang lain, budaya saling menghormati dan menghargai antar individu sangatlah nyata.
Mereka pasti menyadari perbuatan yang menyebabkan
orang lain terganggu atas apa yang dilakukannya merupakan sebuah perilaku yang
juga dibenci Allah SWT, sementara memperhatikan kenyamanan orang lain “selama
tidak melanggar hukum syarit adalah sesuatu yang dapat mendatangkan pahala. Mereka
tidak hanya berkutat pada kepentingan diri sendiri yang dilandaskan pada HAM
sebagai pembenaran atas apa yang dilakukan meskipun pada dasarnya merugikan
orang lain.
Individu pada saat itu juga memahami kewajiban mereka untuk berdakwah, ber-amar ma'ruf nahi munkar, sehingga tidak ada lagi sikap tak acuh terhadap individu lainnya. Disanalah peranan control social terlaksana dan berdampak pada terjaganya nilai-nilai agung yang diajarkan Islam. Begitu pula dengan budaya free sex yang amat sangat asing terjadi pada masa itu.
Selain individu yang bertakwa, masyarakat yang sadar akan kewajibannya untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar, kebijakan pemerintah yang membatasi media hanya untuk pendidikan dan informasi.Serta penerapan hukum Islam yang diperintahkan Allah SWT dalam al-Quran yakni hukuman rajam bagi para pezina, hukuman yang menjerakan, telah menjadi kolaborasi sempurna yang mampu menjauhkan budaya free sex dari setiap individu di masa kegemilangan itu.
Secara historis, sistem Islam yang diterapkan dalam institusi Khilafah telah membuktikan kegemilangannya. Maka sudah menjadi perkara yang tidak perlu diperdebatkan lagi ketika berbicara mengenai perubahan.Next
Individu pada saat itu juga memahami kewajiban mereka untuk berdakwah, ber-amar ma'ruf nahi munkar, sehingga tidak ada lagi sikap tak acuh terhadap individu lainnya. Disanalah peranan control social terlaksana dan berdampak pada terjaganya nilai-nilai agung yang diajarkan Islam. Begitu pula dengan budaya free sex yang amat sangat asing terjadi pada masa itu.
Selain individu yang bertakwa, masyarakat yang sadar akan kewajibannya untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar, kebijakan pemerintah yang membatasi media hanya untuk pendidikan dan informasi.Serta penerapan hukum Islam yang diperintahkan Allah SWT dalam al-Quran yakni hukuman rajam bagi para pezina, hukuman yang menjerakan, telah menjadi kolaborasi sempurna yang mampu menjauhkan budaya free sex dari setiap individu di masa kegemilangan itu.
Secara historis, sistem Islam yang diterapkan dalam institusi Khilafah telah membuktikan kegemilangannya. Maka sudah menjadi perkara yang tidak perlu diperdebatkan lagi ketika berbicara mengenai perubahan.Next
Sudah amat sangat jelas bahwa hanya
sistem Islam-lah yang mampu mencetak individu-individu ideal berdasarkan
kacamata Islam.
Perubahan menuju kegemilangan ini tentu harus diawali dengan cara mengembalikan kesadaran ummat akan pentingnya penerapan Syariah Islam dalam sebuah institusi Khilafah Islamiyah yang bejalan sesuai dengan cara-cara yang diajarkan Rasulullah SAW.
Hanya Islam-lah satu-satunya risalah sempurna yang diturunkan Sang Maha Pengatur untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan segala kegemilangan akan terjadi ketika Islam diterapkan secara sempurna dalam naungan Khilafah.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 96. Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan Melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.
Khilafah merupakan satu-satunya sistem suci yang mampu mensinergikan berbagai komponen ipoleksusbudhankam tanpa terjadi distorsi satu sama lain.
Khilafah dibangun berdasarkan ide Islam yang kemudian akan melahirkan peraturan-peraturan yang sesuai dengan hukum-hukum Islam sehingga mencetak perilaku individu dan tatanan sosial yang juga islami.
Namun, untuk mencapai penerapan Islam, tentu kita tidak bisa mempercayai lagi demokrasi sebagai jalan perubahan, sebab demokrasi sangat bertentangan dengan Islam.
Dimana pengambilan kebijakan diserahkan kepada manusia yang sangat lemah, terbatas, dan sarat akan kepentingan pribadi, sehingga mengenyampingkan aturan Allah SWT Yang Maha Mengatur dengan aturan yang sempurna.
Perubahan menuju kegemilangan ini tentu harus diawali dengan cara mengembalikan kesadaran ummat akan pentingnya penerapan Syariah Islam dalam sebuah institusi Khilafah Islamiyah yang bejalan sesuai dengan cara-cara yang diajarkan Rasulullah SAW.
Hanya Islam-lah satu-satunya risalah sempurna yang diturunkan Sang Maha Pengatur untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan segala kegemilangan akan terjadi ketika Islam diterapkan secara sempurna dalam naungan Khilafah.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 96. Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan Melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.
Khilafah merupakan satu-satunya sistem suci yang mampu mensinergikan berbagai komponen ipoleksusbudhankam tanpa terjadi distorsi satu sama lain.
Khilafah dibangun berdasarkan ide Islam yang kemudian akan melahirkan peraturan-peraturan yang sesuai dengan hukum-hukum Islam sehingga mencetak perilaku individu dan tatanan sosial yang juga islami.
Namun, untuk mencapai penerapan Islam, tentu kita tidak bisa mempercayai lagi demokrasi sebagai jalan perubahan, sebab demokrasi sangat bertentangan dengan Islam.
Dimana pengambilan kebijakan diserahkan kepada manusia yang sangat lemah, terbatas, dan sarat akan kepentingan pribadi, sehingga mengenyampingkan aturan Allah SWT Yang Maha Mengatur dengan aturan yang sempurna.
Wallahu a'lam bisshawab.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)
